Selasa, 19 April 2011

UNAS di Rumah Karena Terkena Tumor Kaki


Jombang- Teguh Syaifudin (19), siswa kelas XII SMK Darul Ulum I Peterongan terpaksa mengerjakan Ujian Nasional (Unas) di ruang tamu rumahnya, Desa Nglele, Kecamatan Sumobito, Jombang. Semua itu disebabkan oleh penyakit tumor yang menggerogoti kaki kirinya.

Teguh menderita tumor di lutut sebelah kiri sejak tiga bulan terakhir ini. Kakinya membesar hingga seukuran kepala orang dewasa. Praktis, untuk sekedar berjalan saja, anak ke tiga dari empat bersaudara ini tidak mampu. Apalagi, jarak antara rumah dengan sekolahnya sekitar 3 kilometer.

"Akhirnya, kami memutuskan Teguh mengerjakan Unas di rumahnya saja. Masalah ini sudah kita koordinasikan dengan Dinas Pendidikan setempat. Alhasil, dinas menyetujui. Sehingga, mulai hari pertama Unas hingga saat ini Teguh mengerjakan Unas di rumah," kata Ngamsuri, wakil kepala sekolah bidang sarana prasarana, SMK Darul Ulum I, Rabu (20/4/2011).

Layaknya orang sakit, Teguh mengerjakan Unas sembari berbaring diatas kasur lusuh. Matanya, sesekali terpejam ketika menemui soal ujian yang dianggap sulit. Disebelahnya, terlihat bubur serta obat yang biasa dikonsumsi oleh anak pasangan Kadis (57) dan Sugiati (44) ini.

Menurut Ngamsuri, sebenarnya pihak sekolah sudah menyediakan ruang khusus bagi muridnya yang sakit itu. Hanya saja, menjelang pelaksanaan ujian, kondisi Teguh tidak memungkinkan untuk pulang pergi dari rumah ke sekolah. "Bahkan saran dokter, kaki kiri Teguh harus diamputasi. Sehingga dia terpaksa mengerjakan Unas di rumah," tambah guru yang merupakan alumni Undar Jombang ini.

Meski mengerjakan ujian dirumah, pengawasan juga dilakukan secara ketat oleh seorang anggota Polisi berseragam sipil dan seorang pengawas. Bagaimana dengan Teguh sendiri? Pria yang berat badannya mulai menyusut ini tidak mengalami kesulitan saat mengerjakan mata pelajaran Bahasa Inggris. "Alhamdulillah, saya bisa mengerjakan meski tanpa persiapan," katanya lirih

Selasa, 05 April 2011

Serangan Ulat Bulu sampai Jombang


JOMBANG, 5/4- ULAT BULU. Seorang warga menunjukan ulat bulu (desiciria inclusa) yang menyerang pohon asem di perumahan Jombang Permai kelurahan Kepanjen, Jombang, Jawa Timur, Selasa (5/4). Hama ulat bulu tersebut menyerang tanaman pohon asem dan belum menyebar kelingkungan penduduk. Hal ini disebabkan hujan yang terus menerus mengakibatkan musuh alami ulat bulu, yakni sejenis predator bernama "Braconid" dan "Apanteles" tidak mampu bertahan hidup. KAMPUNG FOTO/Syaiful Arif/11

Senin, 04 April 2011

Doa Bersama UNAS 2011


JOMBANG, 5/4- DOA BERSAMA. Seorang siswa, mengikuti doa bersama menghadapi Ujian Nasional (Unas) di Masjid Ulil Albab Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Selasa (5/3). Doa bersama itu sebagai usaha batiniah atau doa dari para siswa agar pelaksanaan UNAS 2011 berjalan dengan lancar serta diikuti sekitar 5 ribu siswa SMA/SMK/MA sederajat se-Kabupaten Jombang. KAMPUNG FOTO/Syaiful Arif/11

JOMBANG- Ribuan pelajar SMA sederajat yang ada di Kabupaten Jombang mengikuti doa bersama menjelang Unas (Ujuan Nasional) di Masjid Ulul Albab, Tebuireng, Selasa (5/4/2011). Mereka berdoa secara khusyu'. Bahkan tidak jarang, para pelajar tersebut meneteskan air mata.

Sebelum istighasah dimulai ribuan pelajar tersebut menunaikan shalat hajat yang dipimpin oleh KH Fahmi Amrullah, pengasuh pondok Tebuireng putri. Usai shalat hajat, pelajar kemudian memanjatkan doa secara bersama-sama. Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Jombang, Widjono Soeparno.

"Kami berharap untuk Unas tahun ini lulus 100 persen. Sedangkan untuk doa bersama itu sendiri, kami berharap seluruh pelajar selalu dilindungi oleh Allah SWT. Sehingga bisa mengikuti Unas dan berhasil," kata Widjono ditemui di lokasi.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Jombang, Munthalib mengatakan, jumlah peserta Unas sebanyak 15.683 orang. Seluruh peserta itu akan mengikuti ujian yang digelar pada 18 April mendatang. "Namun yang datang dalam doa bersama ini sekitar 7 ribu pelajar," kata Munthalib.

Meski sudah mengikuti doa bersama, sejumlah siswa ternyata belum percaya diri untuk mengikuti ujian tersebut. Mereka beralasan, sistem yang berlaku untuk Unas kali ini lebih sulit dibanding dengan tahun sebelumnya. "Sekarang ini menggunakan sistem paket dan juga rapor, sebegai parameter kelulusan," kata Nuriana, pelajar SMK Negeri 2 Jombang. (text by: www.beritajatim.com)

Senin, 28 Februari 2011

Kerajinan Landmark Kota Jombang


JOMBANG, 28/2- TERKENDALA MODAL. Herman (20), membuat miniatur ringin contong di rumahnya di Desa Sumberbendo, Kecamatan Jogoroto, Jombang, Jawa Timur, Senin (28/2). Pembuatan miniatur ringin contong yang menjadi landmark Kota Jombang itu hanya bergantung pesanan karena terkendala modal dan dijual mulai Rp. 100 ribu sampai Rp. 200 ribu perbuah. FOTO/Syaiful Arif/11