Jombang- Teguh Syaifudin (19), siswa kelas XII SMK Darul Ulum I Peterongan terpaksa mengerjakan Ujian Nasional (Unas) di ruang tamu rumahnya, Desa Nglele, Kecamatan Sumobito, Jombang. Semua itu disebabkan oleh penyakit tumor yang menggerogoti kaki kirinya.
Teguh menderita tumor di lutut sebelah kiri sejak tiga bulan terakhir ini. Kakinya membesar hingga seukuran kepala orang dewasa. Praktis, untuk sekedar berjalan saja, anak ke tiga dari empat bersaudara ini tidak mampu. Apalagi, jarak antara rumah dengan sekolahnya sekitar 3 kilometer.
"Akhirnya, kami memutuskan Teguh mengerjakan Unas di rumahnya saja. Masalah ini sudah kita koordinasikan dengan Dinas Pendidikan setempat. Alhasil, dinas menyetujui. Sehingga, mulai hari pertama Unas hingga saat ini Teguh mengerjakan Unas di rumah," kata Ngamsuri, wakil kepala sekolah bidang sarana prasarana, SMK Darul Ulum I, Rabu (20/4/2011).
Layaknya orang sakit, Teguh mengerjakan Unas sembari berbaring diatas kasur lusuh. Matanya, sesekali terpejam ketika menemui soal ujian yang dianggap sulit. Disebelahnya, terlihat bubur serta obat yang biasa dikonsumsi oleh anak pasangan Kadis (57) dan Sugiati (44) ini.
Menurut Ngamsuri, sebenarnya pihak sekolah sudah menyediakan ruang khusus bagi muridnya yang sakit itu. Hanya saja, menjelang pelaksanaan ujian, kondisi Teguh tidak memungkinkan untuk pulang pergi dari rumah ke sekolah. "Bahkan saran dokter, kaki kiri Teguh harus diamputasi. Sehingga dia terpaksa mengerjakan Unas di rumah," tambah guru yang merupakan alumni Undar Jombang ini.
Meski mengerjakan ujian dirumah, pengawasan juga dilakukan secara ketat oleh seorang anggota Polisi berseragam sipil dan seorang pengawas. Bagaimana dengan Teguh sendiri? Pria yang berat badannya mulai menyusut ini tidak mengalami kesulitan saat mengerjakan mata pelajaran Bahasa Inggris. "Alhamdulillah, saya bisa mengerjakan meski tanpa persiapan," katanya lirih
